MANAJEMEN I – hand out 4

COGNITIVE THEORY OF MOTIVATION

 

Expectancy Theory

 

Teori dari Vroom (1964) ini menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:

 

  • Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
  • Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
  • Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan

Equity Theory

 

Inti dari teori yang dikemukakan oleh Adam (1965) ini adalah perbandingan sosial dengan orang lain. Orang membuat perbandingan soaial denganorang lain dalam pekerjaan yang dapat menyebabkan mereka merasa mendapatkan sesuatu yang wajar atau tidak wajar. Perasaan ketidakadilan akan mengakibatkan perubahan pada kinerja orang tersebut. Hal-hal yang diperbandingkan adalah:Input (berbagai hal yang dibawa dalam kerja sepeti pendidikan, pengalaman, dan ketrampilan)Output (apa yang diperoleh dari kerja seperti gaji, fasilitas, dan jabatan)

 

Comparison person (orang lain yang digunakan sebagai pembanding)

 

Dinamika (seseorang akan membandingkan rasio input dan output dirinya dengan orang lain, variasi yang akan muncul mempengaruhi dinamika perbandingan itu sendiri).

 


= dirasa adil jika A = B seimbang; tidak adil jika A>B atau A<B, salah satu diuntungkan

 

Goal-setting Theory

 

Menurut John Locke (1968) perilaku seseorang pada dasarnya dipengaruhi oleh usahanya dalam mencapai suatu tujuan. Menurutnya tujuan yang spesifik dan sulit dapat menimbulkan motivasi yang tinggi. Berdasarkan peneletian ada 5 komponen dasar tujuan untuk meningkatkan motivasi seseorang, yaitu:

 

  • Tujuan yang jelas
  • Tujuan harus memiliki tingkat kesulitan menengah sampai tinggi
  • Orang yang dimotivasi harus menerima tujuan itu
  • Orang yang dimotivasi harus menerima feedback
  • Tujuan yang ditentukan secara partisipatif lebih baik daripada tujuan yang ditentukan secara sepihak

Reinforcement Theory

 

Skinner (1938) mengajukan suatu teori penguatan (reinforcement theory) yang menyatakan bahwa perilaku individu akan memunculkan motivasi jika ada konsekuensi dari perilaku tersebut. Perilaku yang menimbulkan kepuasan akan menguatkan perilaku tersebut sehingga cenderung untuk diulangi, sebaliknya perilaku yang menimbulkan ketidakpuasan akan melemahkan perilaku itu sehingga cenderung untuk ditinggalkan. Ini berkaitan dengan apa yang disebut reward dan punishment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s