MANAJEMEN I – hand out 2

TEORI-TEORI MOTIVASI

Teori Naluri

Teori naluri (insting) merupakan bagian dari pandangan mekanistik. Naluri adalah suatu kekuatan biologis yang bersifat bawaan yang mempengaruhi organisme untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu dan dalam keadaan yang tepat. Menurut William McDougall, seorang psikolog, semua pikiran dan perilaku manusia merupakan hasil dari naluri yang diwariskan. Teori naluri ini bertentangan dengan pandangan kaum rasionalis tentang perilaku manusia. Bukan orang yang memilih tujuan dan perbuatannya melainkan kekuatan-kekuatan bawaanlah yang menentukan atau memotivasi perilaku seseorang.

Teori Pengurangan Dorongan (Drive-Reduction Theory)Dorongan adalah suatu keadaan yang timbul sebagai hasil dari beberapa kebutuhan biologis, seperti kebutuhan akan makanan, air, seks, atau menghindari rasa sakit. Kondisi yang timbul memotivasi organisme untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Misalnya kekurangan makan mengakibatkan rasa lapar yang menimbulkan suatu keadaan dorongan. Organisme tersebut berusaha untuk mengurangi dorongan itu dengan berbuat sesuatu (dalam hal ini mencari makanan) untuk memenuhi kebutuhan. Inilah yang disebut dengan teori pengurangan dorongan.Dasar dari konsep dorongan ini adalah prinsip homeostatis, yaitu kecenderungan tubuh untuk mempertahankan lingkungan internal fisiologis dan psikologis yang relatif konstan. Artinya adalah bahwa setiap ketidakseimbangan yang muncul, baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis, akan menimbulkan suatu keadaan dorongan, yang pada gilirannya akan memotivasi perilaku seseorang untuk mengurangi dorongan tersebut dengan tujuan untuk memulihkan keadaan pada kondisi yang seimbang. Misalnya orang yang mengalami suatu kecemasan akan termotivasi untuk berbuat sesuatu agar kecemasan yang dialaminya berkurang. 

Teori Insentif

Teori naluri dan teori pengurangan dorongan cenderung menganggap bahwa perilaku didorong oleh adanya stimulus yang bersifat internal saja. menurut teori insentif, dorongan tersebut juga berasal dari adanya stimulus eksternal. Teori ini memfokuskan pada peran insentif sebagai faktor eksternal yang memotivasi obyek atau keadaan dalam lingkungannya. Insentif menggerakkan suatu organisme dan mengarahkan perilakunya mendekati (insentif positif) atau menjauhi (insentif negatif).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s